Jenis-Jenis Potensial untuk Rehabilitasi Lahan Gambut

Puslitbanghut_(15/02/2018)_Salah satu faktor penentu keberhasilan rehabilitasi lahan gambut adalah pemilihan jenis yang tepat dan mampu beradaptasi dengan baik dengan kondisi lahannya. Hal tersebut diungkapkan Mawazin peneliti Pusat Litbang Hutan dalam publikasi Wana Tropika Volume 10 Nomor 2, September 2017.

Rehabilitasi hutan dan lahan perlu mempertimbangkan fungsi ekologi, sosial dan ekonomi. Salah satu faktor penting dalam merehabiliasi hutan dan lahan adalah pemilihan jenis-jenis yang sesuai tapak dan ramah lingkungan. Terbatasnya pengetahuan dan informasi mengenai jenis-jenis yang sesuai dengan tipologi dan kondisi lapangan menjadi kendala dalam rehabilitasi tersebut.

Mawazin menjelaskan secara ekologis semua jenis-jenis asli HRG merupakan jenis yang dapat tumbuh pada lahan tersebut. Namun demikian pada kondisi lingkungan hutan yang berubah dari alaminya, maka belum tentu setiap jenis tersebut mampu tumbuh dan beradaptasi dengan baik. Untuk mengurangi resiko kegagalan dalam rehabilitasi, maka jenis yang dipilih adalah jenis-jenis lokal rawa gambut yang sesuai dengan tapaknya. Pemilihan jenis pohon yang tepat dan sesuai dengan tempat tumbuhnya, akan meningkatkan pertumbuhan tanaman dan meningkatkan persentase tumbuh tanaman.

Melalui informasi pertumbuhan jenis-jenis yang pernah diujicoba di lapangan dan informasi jenis-jenis dominan permudaan tingkat semai pada hutan bekas tebangan, didapatkan jenis-jenis yang diduga dapat tumbuh dan beradaptasi pada lahan gambut terdegradasi. Jenis-jenis pohon yang ditemukan dan dianggap layak untuk dipilih sebanyak 51 jenis, terdiri dari 27 jenis telah dicoba dan mampu hidup di lapangan dan 24 jenis mampu tumbuh pada lahan terbuka bekas tebangan, ungkap Mawazin.

Jenis-jenis layak yang mampu hidup pada uji di lapangan diantaranya Belangiran, Bintangur, Gemor rawa, Geronggang, Jambu-jambu, Jelutung, Kapurnaga, Kayu teluk, Laban, Medang, Melaban, Meranti batu, Meranti bunga, Pasak Linggau, Pasak linggau, Pasir-pasir, Pempaning, Pintik, Perepa, Pulai, Punak, Rahanjang, Ramin, Simpur laki, Temau, Terentang putih, Timah-timah. Sedangkan Jenis-jenis permudaan yang tumbuh pada hutan bekas tebangan adalah Balam, Bandus, Bintangor, Bintangur, Darah-darah, Durian burung, Empasir, Jangkang, Mahang, Malam-malam, Medang, Medang putih, Meranti bunga, Milas, Milas, Nyatok babi, Pisang-pisang, Rengas merah, Simpur bini, Simpur telok, Suntai, Terentang, Ubah kelat, Ubah tikus.

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •