Peneliti Pusat Litbang Hutan berpartisipasi dalam lokakarya ahli global membahas penilaian akurasi dalam konteks REDD+

Basque Center for Climate Change (BC3) Bilbao_Spanyol, tanggal 12-14 Februari 2018_ diselenggarakan lokakarya ahli ketiga tentang pembelajaran dari Penilaian akurasi dalam konteks REDD+: ketidakpastian faktor emisi dan peta biomassa, yang menghadirkan lebih dari 20 orang peserta/ahli dari berbagai lembaga internasional dan perwakilan ahli dari negara REDD+ (Indonesia dan Meksiko). Kegiatan ini disponsori oleh Basque Centre for Climate Change (BC3), Center for International Forest Research (CIFOR), European Space Agency (ESA), GFOI R&D Coordination component, GOFC-GOLD Land Cover Office, US Silvacarbon Program, Wageningen University dan World Bank FCPF. Dr. Haruni Krisnawati, peneliti dari Pusat Litbang Hutan, diundang hadir mewakili ahli dari Negara REDD+.

 

Perundingan UNFCCC telah mengidentifikasi kebutuhan untuk membangun sistem pemantauan hutan nasional yang menggunakan kombinasi pendekatan penginderaan jauh dan inventarisasi karbon hutan berbasis lahan yang tepat dalam memperkirakan emisi dan serapan gas rumah kaca antropogenik, untuk mendukung implementasi dan penilaian kinerja REDD+. Negara-negara pihak (REDD+) telah menetapkan Tingkat Referensi (Reference Level) emisi agar dapat mengukur kinerja REDD+ dalam konteks pembayaran berbasis hasil. Untuk menetapkan Tingkat Referensi ini, negara-negara pihak harus menghasilkan informasi terkait perubahan tutupan hutan (data aktivitas) dan Faktor Emisi untuk memperkirakan emisi (historis).

 

Komponen koordinasi penelitian dan pengembangan (R&D) Global Forest Observation Initiatives (GFOI) telah mengadakan lokakarya para ahli secara reguler dengan tujuan untuk memberikan sintesis dan menyusun panduan untuk negara-negara REDD+ melalui GFOI (http://www.gfoi.org/rd/). Lokakarya sebelumnya menghasilkan beberapa modul Dokumen Metode dan Panduan baru untuk isu-isu yang memerlukan panduan yang lebih baik dan contoh-contoh yang berkaitan dengan pengembangan sistem pemantauan hutan nasional, khususnya sistem MRV negara-negara tropis.

 

Dr. Haruni mengungkapkan bahwa tujuan lokakarya secara umum adalah untuk memberikan panduan yang lebih baik dalam penilaian akurasi dalam konteks REDD+. Dan secara khusus, bertujuan untuk memberikan panduan kepada para praktisi untuk memenuhi kriteria praktis IPCC yang baik terkait dengan bias dan ketidakpastian dalam pendugaan faktor emisi. Hal-hal yang dibahas dalam lokakarya antara lain Isu terkini terkait program implementasi dan pengembangan kapasitas REDD+ dalam pendugaan faktor emisi dalam kerangka REDD+ (World Bank FCPF, UN-REDD, bilateral), termasuk tinjauan kasus di Negara-negara REDD+, pendekatan dan pengalaman dalam penilaian ketidakpastian faktor emisi dan peta biomassa, panduan pendugaan dan propagasi ketidakpastian (termasuk simulasi Monte Carlo) terkait data aktivitas dan faktor emisi yang akan dimasukkan dalam Dokumen Metode dan Panduan GFOI berikutnya, serta isu-isu penelitian dan pengembangan GFOI yang berhubungan dengan Faktor Emisi dan kontribusinya untuk penyempurnaan metodologi IPCC Good Practice 2019.

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30