IPTEK GAHARU Akan dikembangkan untuk Mendukung KPH Seram

Puslitbanghut (13/1/2019)_Tanaman penghasil gaharu tergolong dalam kelompok Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Produk gaharu telah lama dimanfaatkan oleh masyarakat lokal, baik sebagai bahan pewangi atau untuk ritual keagamaan, parfum, hio, dan obat-obatan serta sebagian lagi untuk diekspor.  Gaharu termasuk komoditi komersial yang bernilai tinggi.

Hal tersebut disampaikan Dr. Maman Turjaman, DEA peneliti Pusat Litbang Hutan dalam presentasi diskusi penjajakan kerjasama dengan PT. Asia Pasifik Asset Percayaan Indonesia di Ruang Rapat INTROF-CC, Pusat Litbang Hutan, Bogor, 10 Januari 2019.

Lebih lanjut Maman menjelaskan bahwa di alam pohon penghasil gaharu jumlahnya semakin berkurang. Sehingga spesies penghasil gaharu terdaftar dalam appendix II CITES sebagai tumbuhan langka. Gaharu terbentuk dari pohon penghasil gaharu yang terinfeksi jamur karena pelukaan alami sehingga proses pembentukan gaharu sangat lamban dan memerlukan waktu yang sangat lama.

Berdasarkan kondisi tersebut, Pusat Litbang Hutan telah lama melakukan penelitian rekayasa produksi gaharu secara buatan yang dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu isolasi jamur pembentuk, identifikasi dan skrining, teknik perbanyakan inokulum, teknik induksi dan pemanenan. Saat ini Pusat Litbang Hutan telah memiliki isolate pementuk gaharu yang telah berhasil diujicoba pada berbagai jenis tanaman penghasil gaharu.

Dengan Iptek gaharu yang dimiliki, Pusat Litbang Hutan menyambut baik penjajakan kerjasama yang diinisiasi PT. Asia Pasifik Asset Percayaan Indonesia, ungkap Maman.

Sementara itu, Sugianto Ersan Komisaris PT. Asia Pasifik Asset Percayaan Indonesia menyampaikan ketertarikannya untuk memanfaatkan Iptek gaharu yang dimiliki Pusat Litbang Hutan. Beberapa kegiatan kerjasama yang diajukan antara lain Alih Teknologi, Kelembagaan dan Penyusunan Rencana Eco Edu Wisata Gaharu di KPH Seram (Maluku). Ersan berharap kerjasama ini dapat segera terwujud.

 

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  •  
  •