Pola Rehabilitasi Pemulihan Fungsi Ekosistem Hutan Lindung Gambut Sungai Bram Itam di Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi

Puslitbanghut (23/1/2019)_Kawasan Hutan Lindung Gambut (HLG) Sungai Bram Itam merupakan kawasan hutan yang mempunyai fungsi lindung pada Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG) Sungai Batara-Sungai Mendahara. Seluas 5.000 ha dari 15.050 ha areal hutan lindung gambut Sungai Bram Itam mengalami alih fungsi menjadi lahan pertanian dan perkebunan yang didominasi oleh perkebunan sawit, pinang, dan kopi liberika. Alih fungsi menyebabkan kerusakan fungsi lindung sehingga harus dilakukan pemulihan.

Hal tersebut disampaikan peneliti Pusat Litbang Hutan Dhany Yuniati, S.Hut, dkk dalam Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Volume 15 Nomor 2, Desember 2018.

Berdasarkan PermenLHK No. P.16/MenLHK/Setjen/Kum.1/2/2017 tentang Pedoman Teknis Pemulihan Fungsi Ekosistem Gambut dinyatakan bahwa salah satu upaya pemulihan fungsi ekosistem gambut dilakukan melalui rehabilitasi vegetasi yakni dengan penanaman vegetasi/revegetasi (replanting),sehingga produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Rehabilitasi vegetasi tersebut dilakukan dengan mengutamakan jenis asli gambut dan mempertimbangkan berbagai aspek yaitu kesesuaian lahan, lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Dhany menjelaskan bahwa untuk mengakomodir hal-hal tersebut,dirinya bersama tim peneliti pada tahun 2017 telah melakukan penelitian untuk mencari pola rehabilitasi yang sesuai untuk pemulihan fungsi ekosistem HLG Sungai Bram Itam. Penelitian dilaksanakan dengan melakukan analisis terhadap aspek-aspek yang berkaitan dengan rehabilitasi seperti kondisi sosial ekonomi masyarakat, status dan fungsi kawasan, konsekuensi terhadap kegiatan rehabilitasi, karakteristik lahan gambut, dan preferensi jenis untuk rehabilitasi.Selain analisis, juga dilakukan pengumpulan data primer maupun data sekunder melalui metode survei terhadap kelompok tani hutan yang melakukan pengelolaan lahan di areal HLG Sungai Bram Itam.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat di sekitar HLG Sungai Bram Itam membutuhkan lahan garapan. Status HLG Sungai Bram Itam sebagai kawasan dengan fungsi lindung dan memiliki karakteristik lahan yang beragammemerlukan penataan zonasi pengelolaan untuk memfasilitasi kebutuhan masyarakat terhadap lahan. Pada kawasan dengan kedalaman gambut ˂ 2 m yang berbatasan dengan lahan masyarakat dapatdilakukan program perhutanan sosial. Pola tanam yang diterapkan berupa pola tanam campuran antara jenis tanaman hutan asli gambut dengan tanaman perkebunan (kopi liberika, pinang, dan MPTS) yang tetap memperhatikan fungsi lindung. Sedangkan pada lahan gambut dengan kedalaman > 2 m dikelola oleh pihak KPHL Sungai Bram Itam untuk mempertahankan dan memperbaiki fungsi lindung melalui penanaman jenis tanaman asli gambut.

Dalam menerapkan pola rehabilitasi pemulihan fungsi ekosistem HLG Sungai Bram Itam perlu dilakukan pengadaan bibit jenis-jenis yang langka dan bernilai ekonomi tinggi seperti ramin dan balangeran.Khusus untuk jenis jelutung, perlu ditemukan kembali pasargetah jelutung (resin,kerajinandan lainnya),sehingga pasar getah jelutung dapat bergeliatkembali dan petani mau menanam kembali tanaman jelutung, ungkap Dhany.

 

BJ

 

BJ2

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  •  
  •  
  •  
  •