Puslitbang Hutan Luncurkan Ulat Sutera Unggul Hibrid Baru

Puslitbanghut (27/2/2019)_Usaha pesuteraan alam di Indonesia memiliki prospek yang sangat bagus untuk dikembangkan. Terdapat banyak faktor yang dapat meningkatkan produktifitas dari ulat sutera, diantaranya adalah pakan, bibit ulat, kondisi tempat pemeliharaan dan system pemeliharaannya. Dalam upaya peningkatan produktifitas ulat sutera, Pusat Litbang Hutan telah melakukan berbagai macam penelitian terkait Ulat sutera. Diantaranya penelitian tentang Pakan ulat sutera (Suli 01). Setelah berhasil melakukan pemuliaan tanaman murbei yang berkualitas dan kuantitas lebih baik (Suli 01), Pusat Litbang Hutan telah melaksanakan berbagai macam persilangan untuk mendapatkan galur induk baru berkualitas baik dan mendapatkan hybrid-hibrid harapan untuk memperkaya dan melengkapi hybrid yang sudah dimiliki. Lima hybrid yang dihasilkan adalah BS 02, BS 03, BS 08, BS 09 dan PS 01.

Tanggal 26 Februari 2019, Pusat Litbang Hutan mengadakan acara “Peluncuran Bibit Baru Hybrid Ulat Sutera Unggul” dan “Dialog dengan Petani Ulat Sutera”. Acara ini dihadiri oleh Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Ditjen PSKL, Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumberdaya Alam, Pengusaha Ulat Sutera, Kelompok tani Ulat Sutera, Sekretaris Badan Litbang dan Inovasi, Pejabat eselon III dan IV lingkup BLI dan Peneliti lingkup BLI.

Acara ini bertujuan untuk mengenalkan hybrid baru yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan kelima hybrid yang sudah dimiliki. Keunggulan hybrid baru ini adalah mempunyai panjang filament dan daya gulung lebih tinggi dibanding Hibrid unggul PS 01, dan rendemen pemeliharaan (kokon normal) hybrid baru diatas 90% yang berarti dapat beradaptasi di tiga zonasi.

Kabadan BLI menyampaikan dalam sambutannya bahwa pesuteraan alam sudah menjadi budaya bagi masyarakat sehingga kebutuhannya meningkat, pemenuhan kebutuhan akan benang sutera terpenuhi melalui hasil impor dari negara tiongkok hampir 95% dan hanya sekitar 5% dari kebutuhan dipenuhi oleh industry di dalam negeri. BLI dan PSKL telah melakukan monitoring dan evaluasi pengembangan ulat sutera di daerah Sukabumi.

“Semoga BLI dan PKSL bisa bersama-sama mewujudkan kerja nyata yang telah terinisiasi dan kontribusi melalui kualitas produk yang dihasilkan” tambahnya.

sementara itu Ditjen PSKL menyampaikan bahwa manfaat penelitian terkait pemuliaan tanaman dan bibit ulat sutera unggul sangat penting. Hasil penelitian yang telah berhasil dilakukan dapat membantu meningkatkan produktifitas Ulat Sutera dalam mengasilkan produk benangnya.

Setelah sambutan kegiatan selanjutnya adalah dialog petani ulat sutera, dialog ini dipandu oleh Kepala Pusat Litbang Hutan. Selama berdialog petani banyak menyampaikan bagaimana proses pelaksanaan pemeliharaan ulat sutera di daerah mereka masing-masing, selain itu disampakan juga beberapa kendala yang mereka hadapi selama melakukan budidaya ulat sutera.

Dilakukan penandatangan prasasti oleh kabadan dan Ditjen PKSL. Prasasti tersebut berupa pemberian nama untuk temuan hybrid baru unggul. nama hybrid baru sutera tersebut adalah hibrid sutera “SINAR” nama ini diambil dari singkatan nama Ibu Menteri (Siti Nurbaya Bakar).

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •