Penerapan Iptek Litbang dan Inovasi untuk Mendorong Operasional KPH

Puslitbanghut (6/3/2019)_ Pusat Litbang Hutan mendorong penguatan KPH  untuk memiliki daya saing. Beberapa diantaranya adalah penguatan daya saing produk hasil hutan, optimalisasi multiguna hutan, penyiapan destinasi wisata, dan fasilitasi rancangan pengelolaan kedepan. Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Litbang Hutan Dr. Kirsfianti L. Ginoga, M.Sc dalam sambutannya pada acara Koordinasi dalam Peningkatan Kapasitas KPH dan Masyarakat Pengelola Perhutanan Sosial, di Bogor, 5 Maret 2019.

Koordinasi dihadiri oleh perwakilan dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Direktorat Jenderal Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Biro Kerjasama Luar Negeri, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Sikka, KPH Batutegi, KPH Sijunjung, Balai Penelitian LHK Banjarbaru, USAID, dan peneliti Badan Litbang dan Inovasi.

Kapusl Litbang Hutan Dr. Kirsfianti L. Ginoga, M.Sc menegaskan bahwa Pusat Litbang Hutan konsisten dengan keberadaan KPH. Untuk itu, melalui kegiatan kerjasama dengan AFoCO dapat mendorong hasil penelitian, pengembangan dan inovasi yang dimiliki Pusat Litbang Hutan dapat diterapkan untuk mendorong operasionalisasi KPH. Pilot iptek litbang dan inovasi telah berhasil diterapkan di beberapa KPH diantaranya KPH Boalemo, KPH Lakitan, KPH Yogyakarta, KPH Tasik Besar dan KPH Kubu Raya.

Sementara itu, Terra Dharma, S.Hut., MS Kepala KPH Sijunjung mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan adanya kegiatan kerjasama antara Pusat Litbang Hutan dengan AFoCO yang dilakukan di KPH Sijunjung. Terra mengungkapkan bahwa banyak sekali manfaat yang telah didapatkan. Melalui berbagai kegiatan yang dilakukan seperti pelatihan (training) dan alih teknologi dan penerapan iptek litbang dan inovasi dapat meningkatkan pengembangan dan pengelolaan hutan berbasis masyarakat di KPH Sijunjung.

Seperti diketahui, Pusat Litbang Hutan menjadi executing agency 2 (dua) kerjasama yang masih berjalan, kegiatan pertama adalah Kegiatan Facilitating the participatory planning of community-based forest management using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing (RS)technologies Managementin the Philippines, Indonesia and Thailand dilakukan di 3 (tiga) lokasi yaitu Hutan Kemasyarakatan Tuar Tana-Sikka, Hutan Nagari Paru-Sijunjung dan Hutan Kemitraan Cempaka-Lampung, sementara kegiatan kedua adalah Brunei-Indonesia-Philippines-Sinagpore:Capacity Building for Landscape Approach to Support Natural Resources Managementdilakukan di KHDTK Tumbang Nusa, Kalimantan Tengah.

Tujuan rapat koordinasi ini adalah review capaian kerjasama AFoCO di Pusat Litbang Hutan, Pemantapan rencana kegiatan 2019 dan strategi pengakhiran kerjasama untuk memberi dampak nyata dan berkelanjutan, dan memperoleh umpan balik dari pengelola kawasan serta pihak-pihak terkait.

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •