Kemasan dan Keamanan Produk Hasil Hutan untuk Pengembangan Ekonomi Hijau

Puslitbanghut (April, 2019) Ekonomi hijau merupakan sebuah rezim ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan manusia dan kesetaraan sosial, sekaligus mengurangi risiko lingkungan secara signifikan.  Sedangkan, Pertumbuhan ekonomi hijau adalah suatu pendekatan untuk mencapai sejumlah tujuan secara serentak sehingga Indonesia dapat lebih dekat dengan pembangunan berkelanjutan yang sesungguhnya. Guna mendukung aktivitas tersebut, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan bekerjasama dengan Asian Forest Cooperation Organization (AFoCO) melaksanakan kegiatan Pengembangan Livelihood berbasis Investasi Hijau. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 16 April 2019 di provinsi Lampung. Dihadiri oleh 40 peserta pelatihan dengan didampingi oleh fasilitator yang berpengalaman.

Dalam sambutannya Kirsfianti L Ginoga, Kepla Pusat Litbang Hutan menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan AFoCO Regional Project Component 3: Facilitating the Parcipatory Planning of Community Based Forest Management Using Geographic Information System and Remote Sensing Technology in Forest Resources Management, yang dilaksanakan di tiga negara Filipina, Thailand dan Indonesia.

AFoCO Project Component 3 telah memberikan pendampingan dalam penyusunan Rencana Kerja Umum dan Rencana Kerja Tahunan di setiap lokasi proyek secara partisipatif dan demokratis. Dalam dokumen RKU dan RKT tersebut teridentifikasi beragam kegiatan dalam kurun waktu 5 tahun dan 1 tahun untuk mengelola Kawasan dan sumberdaya hutan termasuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil hutan. Salah satu kegiatan dalam RKU dan RKT adalah kegiatan pengembangan Livelihood.

Di Indonesia dilaksanakan di tiga lokasi Provinsi yaitu Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat dan Lampung. Pada workshop saat ini membekali dengan dua materi Pengemasan Produk dan Branding oleh GO UKM, dan Keamanan Pangan dan Sertifikasi IPRT oleh Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung.

Pengembangan livelihood berbasis Investasi Hijau dilakukan dengan pendekatan identifikasi awal, metode praktek langsung, dan evaluasi pasca pendampingan untuk melihat dampak yang ditimbulkan pada peningkatan pendapatan masyarakat maupun kapasitas kelompok dan anggota pengelola hutan.

Pelatihan yang diberikan berbasis pada kebutuhan dimana bahan diperoleh dari hutan yang dikelola masyarakat dan didampingi oleh fasilitator yang berpengalaman serta dapat memberikan informasi jaringan pemasaran produk yang dapat ditembus oleh masyarakat pengelola hutan. Luaran yang ditargetkan dalam pelatihan ini adalah terbentuknya siklus produksi hasil hutan yang bernilai, pasokan kontinyu dengan kejelasan pasar yang memberikan harga kompetitif, meningkatnya keterampilan anggota masyarakat sebanyak 40 orang setiap pelatihan, meningkatnya kapasitas anggota dan pengurus HKm di setiap lokasi, khususnya dalam pengolahan dan pemasaran produk hasil hutan.

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •