Puslitbang Hutan Gelar Konferensi Internasional untuk Inovasi Pengelolaan Hutan dan Konservasi Biodiversitas

Saat ini ancaman terhadap penurunan keanekaragaman hayati terjadi pada hampir setiap ekosistem di dunia, termasuk ekosistem hutan. Dengan demikian, pengelolaan hutan harus berubah untuk memberikan dukungan kuat pada konservasi, penilaian dan pengelolaan keanekaragaman hayati, memerangi perubahan iklim, dan berkontribusi pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDG’s), sehingga semua tindakan mudah dikomunikasikan dan dapat diterapkan secara universal ke semua negara. Untuk itulah, peran ilmu pengetahuan dan inovasi sangat penting, dalam pengelolaan hutan tropis dan konservasi keanekaragaman hayati.

Mengambil tema “Innovative Solution for Managing Tropical Forest and Conserving Biodiversity to Support SDGs”, sebagai rangkaian INAFOR EXPO 2019, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, akan membahas penelitian terbaru, pengembangan dan karya inovasi, yang berfokus pada serangkaian pengelolaan hutan tropis dan keanekaragaman hayati, perubahan iklim dan fungsi ekosistem, serta kebijakan dan tindakan untuk merumuskan penelitian masa depan. Selain itu juga untuk memperbarui pengetahuan, teknologi dan inovasi, untuk meningkatkan peran ilmu pengetahuan, dalam pengelolaan hutan tropis dan konservasi keanekaragaman hayati.

“Solusi inovatif dalam mengelola hutan tropis dan melestarikan keanekaragaman hayati, diperlukan untuk mengelola dan mengurangi konsekuensi hilangnya hutan, dan keanekaragaman hayati pada ekosistem bagi manusia, untuk mendapatkan umpan balik dari kebijakan dan manajemen, untuk menempa jalan-jalan penelitian baru, untuk menjadikan ilmu pengetahuan lebih berguna tepat waktu, dan untuk memahami bagaimana ilmu hutan dan keanekaragaman hayati, dapat mengurangi ketidakpastian dan melayani inisiatif kebijakan dan manajemen dengan lebih baik, untuk komitmen global”, demikian tutur Dr. Kirsfianti L. Ginoga, Kepala P3H BLI KLHK.

Dilanjutkannya bahwa beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kehutanan adalah, memperkuat kapasitas masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan ketahanan pangan, dan menghentikan hilangnya hutan dan keanekaragaman hayati. Menjawab tantangan ini, menurut Dr. Kirsfianti, banyak kegiatan penelitian yang dapat dilakukan, antara lain tentang agroforestri, paludikultur dan agro-silvofishery dalam perubahan ekosistem, keanekaragaman hayati pada hutan dan berbagai lanskap, perubahan iklim dan fungsi ekosistem, pemantauan keanekaragaman hayati di hutan pada berbagai skala spasial,  dan menentukan penilaian keanekaragaman hayati, dan bagaimana penelitian keanekaragaman hayati di masa depan akan dilakukan.

Pada konferensi yang akan dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus nanti, akan dibahas beberapa topik terkait inovasi dalam pengelolaan hutan tropis, antara lain yaitu :

  1. Innovative solutions for managing tropical forests
  2. Policy and actions for biodiversity conservation
  3. Natural disturbance and biodiversity in forests and landscapes
  4. Biodiversity, climate change and ecosystem function
  5. Monitoring of forest biodiversity at different spatial scales
  6. Valuation of biodiversity
  7. Future Research in the management of biodiversity

Melalui konferensi ini, diharapkan akan ada peningkatan wawasan pengetahuan informasi bagi para peserta, peningkatan insentif untuk adopsi sains dalam pengelolaan keanekaragaman hayati, rekomendasi penelitian di masa depan, untuk meningkatkan peran sains dalam pengelolaan hutan tropis dan konservasi keanekaragaman hayati, serta peningkatan komitmen kolaborasi penelitian di antara para pemangku kepentingan, dalam pengelolaan keanekaragaman hayati.

Sebanyak 200 orang peserta akan mengikuti konferensi ini, yang terdiri dari para pakar, akademisi, praktisi, peneliti, dan pemangku kepentingan di bidang pengelolaan hutan tropis. Konferensi ini akan dimulai dengan acara Plenary Sessionpada tanggal 28 pagi hingga siang, kemudian dilanjutkan dengan presentasi oral sebanyak 35 orang dan presentasi poster sebanyak 29 orang, yang akan hadir dalam tiga ruangan terpisah.

Dipandu oleh Ir. Adi Susmianto dari KLHK, acara Plenary Sessionakan mengupas habis tentang kebijakan dan best practicesdari berbagai narasumber. Akan hadir sebagai keynote speakerantara lain, Ir. Wiratno, M.Sc. dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Signe Preuschoft dari Four Paws International, Georg Buchholz dari GIZ, Dr. Liubov Volkova dari University of Melbourne, Ms. Park Joowon  dari Asian Forest Cooperation Organization (AFOCO), Yves Laumonier  dari Center for International Forestry Research (CIFOR), Dr. Haris Gunawan dari Badan Restorasi Gambut (BRG), dan Dr. Maman Turjaman, peneliti utama dari P3H BLI KLHK. Tidak lupa acara konferesi juga dimeriahkan dengan pameran berbagai hasil penelitian dan pengembangan hutan.(*)

 

WhatsApp Image 2019-08-28 at 23.11.50

 28 foto utama

WhatsApp Image 2019-08-28 at 23.20.09

 

Penanggung Jawab Berita :

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan BLI KLHK

Dr. Kirsfianti L. Ginoga

 

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •