INAFOR sebagai Media Sharing dan Kolaborasi IPTEK untuk Kemajuan Bangsa dan Negara

Bogor, 30/8/2019_INAFOR merupakan media bagi peneliti dan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengembangan. Kegiatan INAFOR akan terus dikembangkan, sehingga pengetahuan dan teknologi yang dihasilkan lembaga litbang baik lembaga litbang pemerintah, swasta maupun LSM dapat dishare dan dikolaborasikan untuk menghasilkan sebuah teknologi yang lebih maju dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.

Hal tersebut disampaikan Dr. Ir. Agus Justianto, M.Sc Kepala Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam penutupan INAFOR ke-5 tahun 2019 di Kampus BLI Gunung Batu, Bogor, 30 Agustus 2019.

Sebagai lembaga penelitian, BLI akan terus melakukan kegiatan litbang dan inovasi untuk menghasilkan produk-produk penelitian yang berkualitas dan diakui nasional maupun internasional. Oleh sebab itu, kemampuan SDM peneliti akan terus dikembangkan secara maksimal.

Kedepan Agus berharap Iptek yang dihasilkan BLI harus dapat menjawab tantangan-tantangan bangsa kedepan, produk iptek harus tersedia dan dikolaborasikan sesuai kebutuhan masyarakat. Produk iptek harus mudah didapat, murah dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

 “Iptek tidak lagi berhenti pada tulisan-tulisan ilmiah, melainkan harus menjadi sebuah produk yang dikenal oleh masyarakat”, ungkapnya.

Sementara itu, Profesor Riset Chairil Anwar Siregar menyampaikan beberapa hal yang dapat dijadikan sebagai rekomendasi dari pelaksanaan kegiatan INAFOR ke-5 yang bertema “Enforcing Forest Restoration and Waste Management for Better Environment and Socio-Economic Benefits”. Rekomendasi yang disampaikan diantaranya:

  1. Pemanfaatan atas berbagai macam produk hutan, baik berupa kayu maupun non kayu yang dihasilkan dari wilayah hutan yang ada diindonesia harus menjamin dengan sungguh2 aspek kelestariannya, sehingga pemanfaatan atas produk-produk tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan;
  2. Untuk meningkatkan pendapatan masyarakat disekitar kawasan hutan, industrialisasi atas jasa lingkungan seperti kawasan wisata alam, energy terbarukan, pengendalian perubahan iklim dan lain-lain harus dipastikan melibatkan masyarakat disekitar kawasan hutan sebagai subjeknya. Industrialisasi atas pemanfaatan jasa lingkungan memungkinkan kawasan tersebut dapat secara professional, modern dan berkelanjutan;
  3. Restorasi hutan dan pengelolaan sampah merupakan fondasi untuk membangun tata kelola terhadap hutan dan lingkungan agar menghasilkan berbagai produk yang bernilai tinggi dan berkelanjutan serta diterima oleh pasar. Hal ini membutuhkan tata kelola pemerintahan yang baik agar dapat menghasilkan kebijakan pembangunan sector kehutanan dan lingkungan yang tepat.
  4. Pembangunan sector kehutanan dan lingkungan merupakan sebuah unit yang tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya sehingga harus terintegrasi dan simultan agar memberikan dampak yang positif bagi masyarakat penggunanya;
  5. Restorasi hutan dan pengelolaan sampah membutuhkan investasi yang serius apabila ingin mencapai target sesuai dengan tujuan pembangunan yang berkelanjutan;
  6. Agar manusia yang hidup diperkotaan memiliki kualitas hidup yang baik, maka pembangunan kebun raya merupakan sebuah keharusan yang berfungsi sebagai pelindung terhadap paparan sinar matahari, penyerap karbon, konservasi ex situ dan sekaligus berfungsi sebagai kawasan rekreasi pendidikan.

Kegiatan “Open Campus Day” yang dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus merupakan rangkaian akhir dari acara INAFOR yang telah terlaksana sejak tanggal 27 Agustus lalu di IPB CC. Sebanyak kurang lebih 200 peserta mengikuti kegiatan Open Campus Day, yang dimeriahkan oleh acara gelar teknologi, open lab, bedah buku, talkshow, dan bazaar.

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •