Alih Teknologi Budidaya dan Pengolahan Jamur lingkup KPHL Sijunjung

Sijunjung, Sumatera Barat- 22 Januari 2020. Dalam rangka pelaksanaan program kerjasama Asian Forest Cooperation  Organization (AFoCO) antara Pusat Litbang Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan Dinas Kehutanan Propinsi Sumatera Barat di Kesatuan Pengelolaaan Hutan (KPHL) Sijunjung dalam melaksanakan salah satu kegiatan utama yaitu pengembangan mata pencaharian (Livehood Development) dalam kerangka AFoCO Regional Project Component 3: Facilitating the Participatory Planning of Community-Based Forest Management Using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing (RS) Technologies in Forest Resources Management in the Philippines, Indonesia and Thailand”, hari ini diadakan Alih Teknologi Budidaya dan Pengolahan Jamur lingkup KPHL Sijunjung untuk Lembaga Pengelola Hutan Nagari (LPHN), Hutan Kemasyarakatan (HKm) dan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Muaro Sijunjung, Kab.Sijunjung, Sumatera Barat.

Kepala KPHL Sijunjung Terra Dharma mewakili Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan apresiasi terhadap fasilitasi yang telah diberikan untuk peningkatan kapasitas kelompok masyarakat pengelola Hutan Nagari di KPHL Sijunjung khususnya dan wilayah Sumatera Barat umumnya. Terra menyampaikan potensi hutan nagari yang tinggi memberikan manfaat besar tidak berfokus hanya pada potensi dari hasil kayu semata namun yang lebih penting adalah pemanfaatan pada potensi hasil hutan bukan kayu.

Kepala Pusat Litbang Litbang Hutan Dr. Kirsfianti L. Ginoga menyampaikan Solusi Inovatif untuk Penguatan KPH Hijau: Pengembangan Jamur Tiram dalam arahannya mengawali acara sebelum membuka acara Alih Teknologi secara resmi.  Acara yang berlangsung selama 2 hari 22-23 Januari 2020 yaitu di Muaro Sijunjung pada hari pertama dan di Kantor Wali Nagari Paru sebagai lokasi praktek di hari kedua dihadiri oleh peserta dari Dinas LHK, Dinas Pertanian, Pusat Litbang Hutan- Kementerian LHK, KPHL Sijunjung dan LPHN, HKm, KTH lingkup KPHL Sijunjung.  Pengembangan Mata pencaharian melalui alih Teknologi budidaya jamur sebagai hasil hutan bukan kayu mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Nasional (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengentasan kemiskinan dan mencapai ketahanan pangan serta perbaikan nutrisi. Sejalan dengan konteks global dan prioritas nasional, kegiatan yang dilakukan di tiga lokasi percontohan (pilot site) yaitu Hutan Kemasyarakatan Tuar Tana- KPHL Sikka (NTT), Hutan Nagari Paru- KPHL Sijunjung (Sumatera Barat) dan Kemitraan kehutanan Cempaka - KPHL Batutegi (Lampung) mengacu pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang memerlukan penguatan kapasitas SDM dan membangun sinergi, ungkap Kirsfianti L. Ginoga.

Koordinator AFoCO Regional Project Component 3 Dona Octavia menyampaikan progres kegiatan di site Hutan Nagari Paru, yang saat ini sudah memasuki tahun terakhir (kelima) dan sejak 2015 dan perpanjangan waktu, yaitu utamanya penggunaan GIS dan RS dalam perencanaan pengelolaan hutan; penanaman seluas 28 hektar di ketiga pilot site menggunakan konsep agroforestri dengan jenis-jenis pohon hutan multi guna (multi purpose tree species), buah-buahan dan tanaman semusim yang memenuhi asas sustainabilitas, produktivitas dan adoptabilitas masyarakat setempat; pengembangan mata pencaharian masyarakat dengan peningkatan kapasitas anggota kelompok melalui ragam alih teknologi, workshop pemasaran digital (digital marketing) untuk mendukung forestry 4.0, pemetaan partisipatif dan untuk pilot site Hutan Nagari Paru di KPHL Sijunjung diantaranya fasilitasi berupa Alih teknologi Pembibitan, Pembuatan Persemaian dan Pupuk Organik; Alih Teknologi Pengolahan Rotan; Alih Teknologi Budidaya Lebah dan Pengolahan Madu; Alih Teknologi Budidaya dan Inokulasi Gaharu; Alih Teknologi Budidaya dan Pengolahan Jernang, Alih Teknologi Pembuatan Biogas, Workshop Pengembangan Ekowisata di Hutan Nagari,  serta kegiatan pengembangan database yang saat ini sedang dalam finshing pembuatan aplikasi webGIS dan mobile android. Harapannya aplikasi yang dibangun nanti dapat mempermudah pengelolaan hutan seiring dengan era forestry 4.0.

Pada kesempatan ini AFOCO Regional Project Component 3 melalui Pusat Litbang Hutan menyerahkan 1 (satu) set alat produksi dalam budidaya dan pengolahan jamur melalui KPHL Sijunjung kepada anggota LPHN Paru berupa mesin pengering (Oven), mesin pengaduk, mesin pemadat baglog, alat press kemasan masing-masing 1 unit dan sticker kemasan. Pada kesempatan ini, materi pengenalan budidaya jamur, analisis usaha dan olahan jamur, pembuatan bibit, dan praktek penyediaan bahan dan pembuatan baglog serta inokulaksi dan pengisian bibit disampaikan oleh penyuluh teladan dari KPHL Sijunjung dan ketua KTH Tiram Bundo Sakato yang berbagi wawasan dan ilmu dari keberhasilan kelompok mereka mengembangkan budidaya jamur.

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •