Alih Teknologi Pengolahan Produk HHBK untuk Mendukung Agribisnis Berbasis Hutan

Bandar Lampung, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan - Jumat, 6 Maret 2020. Dalam rangka pelaksanaan program kerjasama Asian Forest Cooperation  Organization (AFoCO) antara Pusat Litbang Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) dengan Dinas Kehutanan Propinsi Lampung di Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPHL) Batutegi dalam melaksanakan salah satu kegiatan utama yaitu pengembangan mata pencaharian (Livehood Development) dalam kerangka AFoCO Regional Project Component 3: Facilitating the Participatory Planning of Community-Based Forest Management Using Geographic Information System (GIS) and Remote Sensing (RS) Technologies in Forest Resources Management in the Philippines, Indonesia and Thailand”.

Pengembangan mata pencaharian diisi dengan Alih Teknologi “Pengolahan Produk HHBK dan Penggunaan Mesin Pengolahannya untuk Mendukung Agribisnis Berbasis Hutan”. Peserta yang hadir berasal dari Dinas Kehutanan Provinsi Lampung, KPHL Batutegi dan gapoktan Kemitraan Kehutanan Cempaka. Acara berlangsung selama 2 hari, 6-7 Maret 2020 di Bandar Lampung.

Kepala Sub Bidang Program dan Anggaran Pusat Litbang Litbang Hutan Kristina Yuniarti, S.Hut., mewakili Kepala Pusat Litbang Hutan menyampaikan bahwa keberlanjutanan penerapan ilmu dari pelatihan sangat penting. Diharapkan para peserta yang telah mengikuti berbagai pelatihan yang telah difasilitasi oleh AFoCO dalam pengelolaan hutan untuk meningkatkan kapasitas dan pendapatan anggota gapoktan dapat berbagi ilmu dengan anggota lain yang belum berkesempatan mendapatkan fasilitasi serupa.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Ali Sodikin mewakili Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi terhadap fasilitasi yang telah diberikan untuk peningkatan kapasitas kelompok Gapoktan Kemitraan Kehutanan Cempaka di bawah binaan KPHL Batutegi khususnya dan wilayah provinsi Lampung umumnya. Tingkat kerusakan kawasan hutan di provinsi Lampung sebesar 34 % menjadi tantangan besar yang membutuhkan pengelolaan hutan yang bijaksana dan skema perhutanan sosial menjadi solusi yang tepat dimana provinsi lampung telah memiliki 214 ijin hingga tahun 2020.

Kepala KPHL Batutegi Yayan Ruchyansyah menyampaikan bahwa potensi sumber daya alam yang ada hendaknya dapat dikelola secara optimal dengan memanfaatkan modal usaha berupa skill dan peralatan yang telah difasilitasi secara maksimal.

Pengembangan Mata pencaharian melalui Alih Teknologi Pengolahan Produk HHBK dan Penggunaan Mesin Pengolahannya untuk Mendukung Agribisnis Berbasis Hutan mendukung tercapainya Tujuan Pembangunan Nasional (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui pengentasan kemiskinan dan mencapai ketahanan pangan serta perbaikan nutrisi. Sejalan dengan konteks global dan prioritas nasional, kegiatan yang dilakukan di tiga lokasi percontohan (pilot site) yaitu Hutan Kemasyarakatan Tuar Tana- KPHL Sikka (NTT), Hutan Nagari Paru- KPHL Sijunjung (Sumatera Barat) dan Kemitraan kehutanan Cempaka - KPHL Batutegi (Lampung) mengacu pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang memerlukan penguatan kapasitas SDM dan membangun sinergi.

Koordinator AFoCO Regional Project Component 3 Dona Octavia menyampaikan progres kegiatan di site Kemitraan Kehutanan Cempaka-KPHL Batutegi, yang saat ini sudah memasuki tahun terakhir (kelima) yang dimulai sejak tahun 2015, yaitu utamanya penggunaan GIS dan RS dalam perencanaan pengelolaan hutan; penanaman seluas 28 hektar di ketiga pilot site menggunakan konsep agroforestri dengan jenis-jenis pohon hutan multi guna (multi purpose tree species), buah-buahan dan tanaman semusim yang memenuhi azas sustainabilitas, produktivitas dan adoptabilitas masyarakat setempat; pengembangan mata pencaharian masyarakat dengan peningkatan kapasitas anggota kelompok melalui ragam alih teknologi, workshop pemasaran digital (digital marketing) untuk mendukung forestry 4.0, pemetaan partisipatif dan untuk pilot site Kemitraan Kehutanan Cempaka-KPHL Batutegi diantaranya fasilitasi berupa Alih teknologi Pembibitan, Pembuatan Persemaian dan Pupuk Organik; Alih Teknologi Budidaya dan Pengolahan Kopi; Alih Teknologi Penyadapan dan Pengolahan Karet; Penguatan Kelembagaan; Alih Teknologi Pengendalian Hama dan Penyakit tanaman Agroforestri; Alih Teknologi Pengemasan dan Keamanan Produk Pangan Hutan,  serta kegiatan pengembangan database yang saat ini sedang dalam finishing pembuatan aplikasi webGIS dan mobile android. Harapannya aplikasi yang dibangun nanti dapat mempermudah pengelolaan hutan seiring dengan era forestry 4.0.

Kegiatan yang dilaksanakan selaras dengan arahan Bapak Presiden RI saat kunjungan kerja penyerahan SK Perhutanan Sosial di Riau pada bulan Februari yang lalu, bahwa paska ijin perlu dilanjutkan dengan peningkatan kemampuan teknis dalam memproduksi komoditas unggul, fasilitasi modal usaha, akses teknologi tepat guna, penyediaan pasar, stabilisasi harga komodiatas dan lain-lain.

Pada kesempatan ini AFOCO Regional Project Component 3 melalui Pusat Litbang Hutan menyerahkan 1 (satu) set alat produksi dalam pengolahan produk hasil hutan bukan kayu yaitu tanaman agroforestri kopi melalui KPHL Batutegi kepada anggota Kemitraan Kehutanan Cempaka berupa 1 unit mesin penyangrai (roaster) kapasitas 5 kg, 2 unit mesin pembubuk/penggiling (grinder) dan 1 unit alat press kemasan (sealer). Pada kesempatan ini, materi pengenalan alat dan pemahaman proses dalam pengolahan produk HHBK kopi, seleksi biji, penggunaan alat-alat pengolahan kopi yang terdiri dari praktek menyangrai (roasting), menggiling (grinding), pengujian cita rasa kopi (cupping) dan hitungan bisnis disampaikan oleh fasilitator dari Rumah Belajar ‘Kopi Beloe’ Bandar Lampung.

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •