Menjaga Hutan untuk Kelestarian DAS

Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (P3H). Kamis, 25 Juni 2020. Hutan memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan sistem Daerah Aliran Sungai (DAS), oleh karena itu menjaga kelestarian hutan, berarti turut menjaga kelestarian DAS. Kiranya hal ini menjadi pesan penting yang disampaikan oleh Profesor Pratiwi, peneliti P3H saat diskusi bersama para pemangku kepentingan dalam acara TERAS INOVASI : Bincang Seru Profesor, yang diselenggarakan oleh P3H, Badan Litbang dan Inovasi KLHK, Rabu (24/06/2020).

Melalui tema “Pengelolaan DAS dalam Mendukung Era New Normal”, acara ini dilaksanakan seiring dengan peringatan hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia. Dalam kesempatan ini, selain Prof. Pratiwi yang menerangkan Peran Hutan dalam Menjaga Kelestarian DAS, turut hadir Dr. Budi Hadi Narendra dari P3H dengan topik Pengelolaan DAS Berkelanjutan dalam Perspektif Kesehatan Masyarakat. Tidak ketinggalan, terkait Fungsi DAS dalam Mitigasi Bencana Hidrometeorologi juga disampaikan oleh Dr. Agung Budi Supangat dari Balai Litbang dan Teknologi DAS Solo.

“Untuk keberlanjutan pengelolaan DAS, hutan yang masih tersisa hendaknya dikelola secara bijaksana, dengan semaksimal mungkin tetap mempertahankan tutupannya agar kondisi tata air terjaga, dan pada akhirnya berdampak positif terhadap kesehatan masyarakat,” demikian tutur Prof. Pratiwi.

Mendukung pengelolaan DAS yang optimal di era new normal ini, dirinya juga menekankan perlunya peningkatan fungsi KISS (Koordinasi, Integrasi, Sinkronisasi, dan Sinergi) dalam pengelolaan DAS, terutama antar stakeholders lintas wilayah administrasi. Selain itu, menurut Prof. Pratiwi, pandemi Covid 19 memberikan pelajaran bahwa, membatasi kegiatan manusia di dalam hutan atau vegetasi permanen, berpengaruh positif terhadap regenerasi alami tumbuhan.

Hal ini turut diakui oleh Kepala P3H, Kirsfianti L. Ginoga, saat membuka acara. “Di satu sisi,  pembatasan kegiatan akibat pandemi Covid 19, turut memberikan dampak positif terhadap  alam seperti meningkatnya kelahiran satwa liar, menurunnya tingkat CO2 dan meningkatnya ketersediaan oksigen,” tuturnya.

Sementara itu Budi menerangkan, kesehatan masyarakat selain dipengaruhi oleh tingkat pendidikan, pendapatan, ketersediaan sarana prasarana kebersihan dan air bersih, juga dipengaruhi oleh keberlanjutan pengelolaan DAS, khususnya dalam penggunaan lahan, pengaturan sumberdaya air, pengelolaan vegetasi, dan peran aktif masyarakat.

“Kunci untuk keberlanjutan DAS adalah tidak terlampauinya daya dukung dan daya tampung. Di masa pandemi Covid 19 ini, pengelolaan DAS diharapkan dapat mendukung kekebalan atau imunitas tubuh, kebersihan diri, dan lingkungan, misalnya penyediaan air bersih, ketersediaan sumber pangan berkualitas, dan lingkungan yang sehat,” lanjutnya.

Terakhir, dirinya menyimpulkan perlunya deteksi dini dan pembenahan terhadap degradasi sumberdaya air, serta mengintegrasikan pengetahuan epidemiologi dalam lingkup pegelolaan DAS.

Dari sisi kebencanaan, Agung menerangkan bahwa sebagian bencana alam adalah akibat buruknya pengelolaan DAS, dan sebaliknya banyaknya bencana alam menyebabkan DAS tidak sehat. “Perencanaan pengelolaan DAS harus mempertimbangkan aspek rawan bencana. Begitu pula perencanaan mitigasi bencana harus berbasis DAS, khususnya dalam identifikasi daerah rawan bencana (potensi/kerentanan),” jelasnya.

Sebagai langkah mitigasi bencana, Agung menyarankan agar dilakukan kegiatan konservasi tanah dan air (KTA) berupa restorasi kawasan, rehabilitasi hutan dan lahan, dan bangunan sipil teknis yang sesuai pada DAS sesuai dengan tingkat kerentanannya. “Era new normal menjadi momentum penting untuk lebih peduli lingkungan khususnya DAS, pengelolaan DAS harus tetap jalan, termasuk dalam kerangka mitigasi bencana,” pungkas Agung.

Sebanyak kurang lebih 400 peserta mengikuti acara ini secara online melalui zoom dan live streaming melalui kanal Youtube P3H, dengan dipandu Rizky Ary Fambayun sebagai moderator. Sebagai informasi, beberapa waktu ke depan kegiatan diseminasi TERAS INOVASI : Bincang Seru Profesor akan kembali hadir dengan tema Perhutanan Sosial.(*)

 

Penanggung Jawab Berita :

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan

Dr. Ir. Kirsfianti L. Ginoga

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •