Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional, Puslitbang Hutan Aplikasikan Iptek dan Inovasi di Lahan Gambut

Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan. Jum’at, 16 Oktober 2020. Mendukung agenda Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam program penguatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), beberapa peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbang Hutan), Badan Litbang dan Inovasi (BLI) juga turut ambil peran, melalui aplikasi Iptek dan inovasi di lahan gambut.

Bernaung di bawah tema Kajian Kubah Gambut dan Penerapan Metode Paludi Kultur dalam Rehabilitasi dan Restorasi Lahan Gambut yang menjadi peran BLI, terdapat tiga kajian yang dilaksanakan oleh Puslitbang Hutan, yaitu : 1) Kajian Implementasi Multisistem Silvikultur menuju Ekosistem Gambut Berkelanjutan; 2) Kajian Strategi Konservasi Biodiversitas Ekosistem Gambut; dan 3) Kajian Pembangunan Wisata Alam Ekosistem Gambut.

“Kegiatan kajian ini merupakan aksi nyata terhadap upaya PEN dengan prinsip Padat Karya, Padat Modal, dan Padat Hasil. Padat karya berarti aplikasi Iptek dan inovasi dilakukan dengan pelibatan masyarakat, padat modal artinya memanfaatkan alokasi SDM, anggaran, dan substansi secara efektif dan efisien, sementara padat hasil harus memberikan output yang signifikan, dampak yang bermanfaat bagi masyarakat dengan adanya kegiatan ini,” demikian arahan Kepala Puslitbang Hutan, Kirsfianti L. Ginoga.

Berkolaborasi dengan IPB University, Kajian Kajian Implementasi Multisistem Silvikultur menuju Ekosistem Gambut Berkelanjutan dilaksanakan di bawah koordinasi peneliti Dr. Darwo. “Tujuan kajian ini adalah menyusun model implementasi multisystem silvikultur menuju lansekap gambut produktif yang mampu menjamin manfaat ekonomi, ekologi dan sosial secara berkelanjutan,” tutur Dr. Darwo.

Sementara itu, Prof. R. Garsetiasih, koordinator kegiatan Kajian Strategi Konservasi Biodiversitas Ekosistem Gambut, menyampaikan bahwa output utama dari  kajian ini adalah rekomendasi strategi pengelolaan biodiversitas ekosistem lahan gambut secara berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selain tim peneliti, kegiatan ini juga didukung oleh tim dari Uiversitas Gadjah Mada.

Dari sisi jasa lingkungan khususnya ekowisata, Dr. Endang Karlina yang memimpin Kajian Kajian Pembangunan Wisata Alam Ekosistem Gambut, berharap kajian ini dapat menjadi rekomendasi alternatif untuk peningkatan sumber usaha dan penghasilan masyarakat, PAD dan devisa. “Selain sisi ekonomi, hal ini juga dapat meningkatkan motivasi masyarakat terhadap kelestarian gambut, destinasi wisata dan pengelolaan wisata alam berkelanjutan,” Endang menambahkan.

Berlokasi di Kawasan Eks Pembukaan Lahan Gambut (PLG), Provinsi Kalimantan Tengah,  pelaksanaan kegiatan kajian ini telah dimulai sejak bulan September dan terus berlanjut hingga Desember 2020. Selain survei dan pengolahan data, kegiatan ini juga akan membangun plot-plot percontohan yang dikerjakan bersama-sama dengan masyarakat atau kelompok tani sekitar kawasan. Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat turut membantu meningkatkan penghasilan masyarakat, khususnya di masa pandemi Covid-19. (*)

Penanggung Jawab Berita :
Dr. Ir. Kirsfianti L. Ginoga – Kepala Puslitbang Hutan

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31