Hutan Penelitian Dramaga

 Dramaga 2-min  

KONDISI UMUM DAN POTENSI KAWASAN

 

1. Letak dan Luas

Berdasarkan Administrasi Pemerintahan, Hutan Penelitian Dramaga Situ Gede terletak di dalam wilayah Kelurahan Situ Gede dan Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Batas-batas Wilayah Hutan Penelitian Dramaga tersebut adalah sebagai berikut :

-  Disebelah Timur berbatasan dengan Kelurahan Bubulak   

-  Disebelah Selatan berbatasan dengan Situ Gede dalam Kelurahan Situ Gede

-  Disebelah Barat berbatasan dengan Kampung Jawa, Kelurahan Situ Gede

-  Disebelah Utara berbatasan dengan Sungai Cisadane

Berdasarkan koordinat geografis, Hutan Penelitian Dramaga Situ Gede terletak pada koordinat geografis 6033’8” - 6033’35” Lintang Selatan dan 106044’50” - 1060105’19” Bujur Timur. Luas Hutan Penelitian Dramaga Situ Gede secara keseluruhan pada saat dibangun Tahun 1956, luasnya tercatat ± 60 ha, tetapi berdasarkan dokumen sertifikat tanah tertanggal 12 Februari 1988 luas Hutan Penelitian Dramaga ini adalah 57,75 ha. Dari luasan areal Hutan Penelitian Dramaga Situ Gede tersebut, diantaranya seluas 10 ha digunakan untuk perkantoran Center for International Forestry Research(CIFOR) dan International Center Research for Agroforestry(ICRAF). 

2. Iklim dan Topografi

Menurut klasifikasi Schmidt dan Ferguson ( 1951 ), tipe iklim di Hutan Penelitian Dramaga adalah termasuk tipe iklim A, dengan nilai Q sebesar 2,6. Rata-rata bulan keringnya sebesar 0,3 dengan maksimumnya 2 dan dengan frekuensi sebesar 1. Sedangkan rata-rata bulan basahnya sebesar 11,2 dengan maksimumnya 12 dan frekuensinya sebesar 8. Besarnya curah hujan rata-rata setiap tahun sebesar 3.552 mm, dengan hari hujan sebanyak 187 hari. Suhu maksimum rata-rata sebesar 30,10 C dan minimum rata-rata sebesar 20,100 C, sedangkan rata-rata kelembaban udaranya sebesar 88,33%.

Berdasarkan data yang diperoleh dalam tahun 2014, Kelurahan Situ Gede mempunyai curah hujan yang cukup tinggi, seperti daerah Bogor lainnya, yaitu berkisar antara 3.500 s/d 4.500 mm/tahun. Kelurahan-kelurahan di Bagian Bogor Barat mempunyai spesifikasi curah hujan rata-rata antara 3.500 s/d 4.000 mm/tahun dan 4.000 s/d 4.500 mm/tahun. Intensitas curah hujan minimum terjadi pada bulan April s/d Oktober antara 128 s/d 345 mm/tahun. Temperatur udara di daerah Situ Gede dan sekitarnya, berkisar antara 26OC s/d 34OC .

Areal Hutan Penelitian Dramaga yang berada pada ketinggian 244 m dari permukaan laut memiliki topografi yang datar hingga agak berombak dengan kemiringan lereng wilayah antara 0 hingga 6%. Secara detail klasifikasi kemiringan lahan di Hutan Penelitian Dramaga ini dapat dirinci sebagai berikut :

Kemiringan datar hingga bergelombang ringan terletak di bagian-bagian :

  1. Tengah areal Hutan Penelitian Dramaga, antara lain pada areal yang digunakan sebagai wilayah perkantoran CIFOR dan sekitarnya
  2. Selatan yaitu sepanjang tepi Situ Gede
  3. Utara, yang letaknya secara terpencar di tepi sungai Cisadane
  4. Barat yang berbatasan dengan Kampung Jawa, Kelurahan Situ Gede
  5. Timur berbatasan dengan Kelurahan Bubulak 

Kemiringan bergelombang agak berat terletak di sepanjang sungai Cisadane terutama di bagian sebelah Timur areal.

3. Jenis Tanah

Menurut Lembaga Penelitian Tanah (1981), jenis tanah di areal Hutan Penelitian Dramaga termasuk jenis tanah latosol coklat kemerahan yang bertekstur liat sampai liat berdebu (halus), struktur gumpal sampai remah, konsistensi gembur, liat dan plastis, solum sangat dalam. Drainase di wilayah ini bervariasi dari sedang hingga baik dengan kedalaman air tanahnya cukup dalam yaitu sedalam 8 - 12 meter.

Kemasaman tanah berkisar antara pH 5,0 hingga 6,0, kadar C organic dan N sedang pada lapisan atas, rendah sampai sedang pada lapisan bawah. Kadar P2O5tinggi sekali, sedang kadar K2O sangat rendah di semua lapisan. Kejenuhan basa rendah dan permeabilitasnya  sedang yaitu 4,31 cm/jam di bagian lapisan atas dan 0,22 cm/jam di bagian lapisan bawahnya.

Bahan induk tanah di areal Hutan Penelitian Dramaga Situ Gede tersebut adalah tuf volkan intermedier yang dicirikan lapisan setebal ± 17 cm, berwarna kuning kemerahan dan relatif lembab ( 7,5 YR 6/8 ).pada kedalaman 150 - 167 cm. Dibawah lapisan ini terdapat lapisan lain yang berwarna dan teksturnya dapat dikatakan sama dengan tanah di atas lapisan bahan induk.

4. Flora dan Fauna

Di Hutan Penelitian Dramaga terdapat berbagai macam jenis flora/ tumbuhan, yaitu 127 berupa pohon, bambu satu jenis, rotan satu jenis dan palmae satu jenis. Jenis-jenis tumbuhan berupa pohon meliputi 88 marga dan 43 famili, yang merupakan hasil tanaman sejak tahun 1956.

Didasarkan atas daerah asal penyebarannya, jenis-jenis pohon di Hutan Penelitian Dramaga terbagi atas 2 (dua) kelompok jenis yaitu :

  1. Kelompok Jenis Pohon Asing, yaitu jenis pohon yang penyebaran alaminya berasal dari luar Indonesia. Dari kelompok ini terdapat sebanyak 42 jenis yang terdiri dari 35 marga dan 19 famili.Berdasarkan asal benihnya, jenis pohon asing tersebut berasal dari Negara yang beriklim tropis dan sub-tropis.
  2. Kelompok Jenis Asli dari Indonesia, yaitu jenis pohon yang penyebaran alaminya di Indonesia. Dari kelompok ini terdapat sebanyak 88 jenis yang terdiri dari 59 marga dan 37 famili.

 

DR 5-min

Berdasarkan asal benihnya, jenis pohon asli Indonesia berasal dari hampir seluruh pulau besar yang ada di Indonesia. Didasarkan atas taxonomi tumbuhan, jenis-jenis pohon di Hutan Penelitian Dramaga tersebut dapat dibedakan atas 2 ( dua ) kelompok jenis pohon yaitu Kelompok Jenis Daun Jarum (Gymnospermae; Soft Wood) dan Kelompok Jenis Daun Lebar (Angiospermae; Hard Wood).

Dari Kelompok Jenis Pohon Asing yang ada di Hutan Penelitian Dramaga ini, juga terbagi  atas 2 kelompok jenis :

  1. Kelompok jenis daun jarum (Gymnospermae; Soft Wood). Dari kelompok jenis ini terdapat tiga jenis pohon yang semuanya dari marga Pinus, termasuk family Pinaceae.
  2. Kelompok jenis daun lebar (Angiospermae; Hard Wood). Dari kelompok jenis ini terdapat sebanyak 39 jenis, mencakup 34 marga dan 18 famili, dimana jenis yang paling banyak adalah jenis dari marga Khaya dan Terminalia, masing-masing tiga jenis pohon.

Dari Kelompok Jenis Pohon Asli Indonesia yang ada di Hutan Penelitian Dramaga ini terbagi atas :

  1. Kelompok jenis daun jarum (Gymnospermae; Soft Wood), antara lain yang terdapat di Hutan Penelitian Dramaga ini adalah marga Agathis (family Araucariaceae) marga dari Pinus (family Pinaceae)dan marga Podocarpus (family Podocarpaceae)
  2. Kelompok jenis daun lebar (Angiospermae; Hard Wood). Di dalam areal Hutan Penelitian Dramaga ini terdapat 56 marga dengan 34 famili dan 82 jenis pohon dari kelompok jenis ini. Yang paling banyak adalah adalah dari marga Shorea (meliputi 10 jenis pohon), marga Eugenia ( meliputi 5 jenis pohon), marga Dipterocarpus (meliputi 4 jenis pohon) dan marga Hopea (meliputi 4 jenis pohon).

Selain jenis-jenis tumbuhan berupa pohon, di Hutan Penelitian Dramaga ditumbuhi pula berbagai jenis tumbuhan bawah. Di dalam ekosistem komunitas, tumbuhan bawah ini membentuk proses ekologis yang harmonis bersama-sama dengan komponen hayati lain yang tumbuh di hutan penelitian, walaupun bukan merupakan jenis-jenis tumbuhan yang sengaja ditanam, tetapi keberadaannya memberikan pengaruh terhadap kehidupan pohon-pohon yang ada.

Jenis tumbuhan bawah yang banyak dijumpai di bawah tegakan Hutan Penelitian Dramaga adalah sebagai berikut di bawah ini.

  1. Jukut kakawatan : Cynodon dactylon 
  2. Paku kawat : Lycopodium cernuum 
  3. Kirinyuh : Eupatorium pallescens 
  4. Paku Areuy : Gleichenia linearis 
  5. Harendong : Melastoma polyanthum   

Di Areal Hutan Penelitian Dramaga, berdasarkan pengamatan ditemukan berbagai macam jenis fauna, antara lain ular tanah (Agkistrodon rhodostoma), ular sanca (Python reticulates), tupai (Lariscus sp.), musang (Para-doxurus hermaphroditus), dll. Berdasarkan pengamatan Solihati (2007) terdapat bermacam-macam jenis burung, diantaranya yaitu burung Kutilang (Pycnonotus aurigaster), burung Madu Kelapa (Antreptes malacensis), burung Cengkakak Jawa (Halcyon cyanoventris), burung Cengkakak Sungai (Halcyon chloris), burung Kipasan (Rhipidura javanica), burung Pelatuk (Picoides moluccensis) dan burung Elang (Spilornis cheela).

Selain itu terdapat pula jenis fauna yang ditangkarkan yaitu jenis-jenis Rusa, antara lain Rusa Timor (Cervus timorensis), Rusa Sambar (Cervus unicolor) dan Rusa Bawean (Axis kuhlii).

DR 2 2-min

Dalam rangka untuk meningkatkan fungsi dari hutan penelitian khususnya kegiatan pengembangan pendidikan dan wisata alam (eko widya wisata) di HP Dramaga juga telah dibangun Pusat Pengembangan Teknologi Penangkaran Rusa Timor. 

Kegiatan Penelitian 

  • Uji Introduksi dan sumber plasma nutfah
  • Variasi dan heritabilitas sifat tertentu pada anakan Pinus merkusii
  • Pola neraca air lahan Hutan Penelitian Darmaga
  • Keasaman (pH) tanah di bawah tegakan Pinus merkusii dan P. oocarpa di Darmaga Bogor
  • Dinamika tumbuhan bawah dan kebakaran tegakan Pinus merkusii di Darmaga
  • Pengendalian penggerek pucuk mahoni secara silvikultur
  • Fenologi pembungaan dan pembuahan jenis Shorea pinanga dan Shorea stenoptera
  • Variasi dan Heritabilitas sifat tertentu pada anakan Pinus merkusii
  • Pengaruh Rootone-F terhadap persen jadi stek dan bibit tunggal
  • Pengaruh cara penyemaian terhadap pertumbuhan anakan Dipterocarpus haselthii
  • Dinamika tumbuhan bawah dan beberapa tegakan Pinus merkusii
  • Studi fenologi dan persilangan terkendali
  • Pengendalian penggerek pucuk mahoni secara silvikultur
  • Pengaruh janis pohon hutan tanaman industri terhadap potensi transfer air dan hara
  • Teknik penanganan mikoriza pada Dipterocarpaceae
  • Pembinaan dan pengembangan Kebun Percobaan di Jawa Barat
  • Uji inokulasi jenis gaharu.
  • Pusat penelitian penangkaran rusa timor

DARMAGA 2

 

5. Sarana dan Prasarana

Kawasan Hutan Penelitian Dramaga memperoleh dampak positif dari keberadaan CIFOR yang merupakan komplek perkantoran yang tertata asri dengan lingkungan yang segar dan hijau serta keberadaan Danau Situ Gede yang menarik kunjungan wisatawan untuk menikmati kesejukan udara segar yang dihasilkan perpaduan antara ekosistem hutan dan danau.

Jenis sarana dan prasarana yang ada di areal Hutan Penelitian Dramaga antara lain adalah :

  1. Penangkaran rusa
  2. Unit pengolahan kompos
  3. Unit pengelolaan dan pemeliharaan ulat sutera
  4. Unit MCK

Jalan-jalan pengawasan, baik yang belum maupun yang sudah diperkeras (dibeton/paving block), yang sekaligus sebagai batas petak hasil pembagian atas areal seluas 57,75 Ha yang dikelola oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Konservasi dan Rehabilitasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan (Balitbang) Kementerian Kehutanan, dimana jumlah petak yang sudah ditata ini sebanyak 233 petak dengan luas rata-rata petak ± 0,25 Ha.

DSC01929

 

DSC08602-min 

Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •