Mangrove Memelihara Bentang Kehidupan, Lahan dan Laut

Ekosistem mangrove sangat unik dan strategis dalam konteks pembangunan berkelanjutan rendah karbon dan untuk itu keberadaannya perlu dipertahankan. Mempertahankan dan memanfaatkan sumberdaya mangrove sesuai dengan daya dukung, daya pulih dan daya lentingnya berarti mengimplementasikan pembangunan berkelanjutan di wilayah mangrove dan sekitarnya. Sudah terbukti bahwa mangrove dapat menyediakan hasil hutan kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa ekosistem hutan untuk pembangunan ekonomi, kehidupan masyarakat lokal dan kualitas lingkungan hidup. Sebaliknya, eksploitasi mangrove yang berlebihan dan tidak bertanggungjawab serta konversi mangrove besar-besaran untuk tambak, pemukiman dan pemanfaatan lainnya telah terbukti menimbulkan malapetaka ekologi (ecological disaster) yang serius yang ongkos pemulihannya sangat besar dan harus ditanggung oleh publik. Mangrove sejatinya menyimpan 3-5 kali lebih besar karbon dibanding hutan dataran rendah tropis dan 80-90% simpanan karbon tersebut berada pada sedimen (karbon organik tanah). Kemampuan mangrove menjerap dan menyimpan karbon tentulah  sangat tinggi dan dengan demikian berkontribusi pada mitigasi perubahan iklim. Untuk itu, pengelolaan mangrove dapat diposisikan pada strategi  pembangunan yang kompatibel terhadap perubahan iklim, yakni interface strategi mitigasi, strategi adaptasi dan co-benefit yang diperoleh dari gabungan strategi mitigasi dan adaptasi. 


Unduh lampiran
Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  •  
  •