Bunga Rampai Peningkatan Produktivitas Hutan Menuju 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Buku bunga Rampai “Peningkatan Produktivitas Hutan Menuju 100 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia” merupakan manivestasi hasil-hasil Riset Badan Litbang Kehutanan dan Inovasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hasil-hasil riset tersebut mencoba menjawab keterbatasan paket teknologi pemuliaan tanaman penghasil kayu pulp dan kayu pertukangan, pengendalian hama dan penyakit, optimasi ruang pada hutan tanaman serta pengembangan hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang bernilai ekonomi.

Melalui serangkain kegiatan pemuliaan telah dihasilkan varietas baru yang produktivitasnya tinggi seperti Acacia hybrid dan telah diimplemantasikan di beberapa hutan tanaman industri yang ada di Indonesia. Telah dihasilkan juga generasi ketiga (F-3) E. pellita yang menghasilkan klon unggul yang memiliki karakteristik produktivitas yang lebih tinggi baik pada pertumbuhan maupun kualitas kayunya. Selain itu Jenis mahoni daun besar, warugunung, manglid, dan jati telah dilakukan pemuliaan untuk menghasilkan benih unggul untuk merealisasikan produktivitas tegakan yang tinggi.

Diungkapkan pula epidemi penyakit pada tanaman  terjadi jika ketiga komponen penyusun segitiga penyakit, yaitu inang, patogen dan lingkungan berada pada kondisi yang mendukung untuk terjadinya penyakit dalam waktu yang sama. Upaya pengendalian hama dan penyakit dalam buku ini menggunakan tanaman yang tahan terhadap serangan. Hal ini merupakan upaya manipulasi pada inang sehingga mampu mengandalikan serangan hama dan penyakit.

Pemanfaatan ruang pada hutan  tanaman juga dibahas dalam buku  ini melalui pola tanam agroforestry. Hal yang unik dalam pola agroforesti kali ini adalah teknik silvikultur yang digunakan dan pemilihan jenis tanamanpokok  serta tanaman  bawah ditentukan  berdasarkan kesukaan petani terhadap jenis.  Sehingga diharapkan mampu menjadi daya tarik petani dalam mengembangkan agroforestri di lahan milik.

Prospek pengembangan jenis HHBK yang disampaikan dalam buku ini merupakan jenis HHBK bernilai enokomi yang belum banyak dikembangkan di Indoensia seperti persutraan alam, ketak (Lygodium circinnatum (Burm.f) Sw.), masoyi (Cryptocarya massoy (Oken) Kosterm) dan Tarum (Indigofera sp). Informasi HHBK bernilai ekonomi ini diharapkan mampu menarik minat pembaca untuk mengembangkan HHBK menuju kejayaan rakyat melalui hutan Indonesia.

 


Unduh lampiran
Banner
Link Aplikasi
  • Min
  • Sen
  • Sel
  • Rab
  • Kam
  • Jum
  • Sab
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • 8
  • 9
  • 10
  • 11
  • 12
  • 13
  • 14
  • 15
  • 16
  • 17
  • 18
  • 19
  • 20
  • 21
  • 22
  • 23
  • 24
  • 25
  • 26
  • 27
  • 28
  • 29
  • 30
  • 31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •